UJIAN Iman

Bagaimanakah iman dari sang janda dan Elia diuji di sini?

Baca: 1 Raja-raja 17:17-24

Perhatikan pergumulan yang dihadapi Elia dengan meninggalnya anak janda tersebut. Sepertinya dia tidak pasti jika Tuhan akan membangkitkan anak itu. Doanya sepertinya memantulkan sikap dari wanita itu juga, menuduh Tuhan atas kematian itu. Ini menunjukkan bahwa nabi-nabi juga bisa bergumul untuk berusaha mengerti hal-hal yang terjadi (Mat. 11:1-3).

Tidak bisa dipungkiri, bahwa untuk beberapa saat sang janda dan Nabi Elia hidup di hadapan suatu mukjizat—persediaan tepung dan minyak yang tak pernah habis—yang mungkin sudah lebih dari cukup untuk membuat iman mereka kokoh. Akan tetapi, meskipun dengan sesuatu yang dramatis seperti itu, iman mereka tetap dicobai.

Betapa sering, kita juga mungkin telah menghadapi pengalaman yang luar biasa dengan Tuhan, sesuatu yang benar-benar telah menjamah kita dengan kuasa yang besar, sesudah itu kita mempertanyakan Dia ketika kejadian-kejadian buruk terungkap kemudian. Karena itu, walaupun mukjizat-mukjizat mempunyai peranan dalam membangun iman, itu bukan menjadi pusat dari pembangunan iman.

Bagaimanakah Elia merujuk kepada Tuhan? Apakah yang ini ceritakan mengenai hubungannya dengan Allah?

Elia memiliki hubungan yang sangat intim dengan Allah; dia memanggil Tuhan “Allahku.” Tetapi dengan memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Tuhan bukan berarti memiliki segala jawaban. Elia tidak bisa mengerti mengapa Tuhan mengizinkan anak itu meninggal. Tetapi pada saat kita memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan, kita benar-benar mengalami kuasa Allah dalam kehidupan kita. Mukjizat tidak terjadi karena sebuah formula gaib atau bahkan usaha dari nabi untuk menjaga agar anak itu tetap hangat. Penulis kejadian ini dengan jelas menyatakan bahwa Tuhanlah yang membangkitkan anak itu.

Elia sendiri sangat senang dengan hasil tersebut: “Lihat, anakmu hidup!” dia mungkin berteriak kepada sang janda. Tak bisa dipungkiri, apa pun yang telah dilakukan insiden ini kepada wanita tersebut, telah membantu Elia juga.

Tanggapan sang janda berakhir dengan pernyataan iman. Dia sekarang mengenal Allah orang Israel yang bisa memelihara kehidupan dan juga memberi kehidupan.

Bacalah Lukas 4:24-26, di mana janda ini disebutkan kembali. Bagaimanakah kata-kata Kristus lebih membantu kita mengerti cerita ini secara menyeluruh? Apakah pelajaran-pelajaran yang bisa kita tarik bagi diri kita, yang merupakan bagian dari kelompok yang istimewa?

~Jesus Bless You~

Sumber:  Google

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s